Subscribe:

Labels

28 Jun 2011

Rela Bugil Demi Seni


mengaku seorang yang pemalu dan sederhana, Miru Kim sangat mencintai pekerjaannya di bidang seni fotografi.

Kim adalah seorang objek fotografi dengan latar belakang tempat-tempat unik dan istimewa. Dalam setiap foto-foto yang diabadikan, Kim tampil polos tanpa busana.

Meski mendapat berbagai kecaman dan kritikan, namun pekerjaan Kim ini pun mendapatkan reputasi dunia sebagai seorang seniman provokatif yang dikagumi oleh para ahli seni.

Miru Kim adalah seorang mantan mahasiswa kedokteran dari New York. Dia sangat mencintai pekerjaannya yang dapat membawanya pergi ke tempat-tempat aneh seperti pabrik usang yang telah ditinggalkan, terowongan, jembatan dan foto-foto struktur di berbagai negara. Walaupun dia harus dapat menanggalkan seluruh pakaiannya di tempat-tempat yang kadang tidak lazim dan berbahaya tersebut.

Perempuan 30 tahun ini mengaku, pekerjaan yang digelutinya ini menjadi salah satu cara menaklukkan ketakutannya.

"Pekerjaan saya pada umumnya melibatkan mendapatkan lebih dari ketakutan yang tertanam sejak kecil, seperti takut kegelapan, takut aktivitas berbahaya pada umumnya, dan takut kotoran. Aku bahkan tergolong anak yang obsesif kompulsif," ujar Kim.

"Ini di luar terapi. Saya melakukan ini melalui seni. Kebanyakan orang mungkin berpikir saya bercanda mempertimbangkan pekerjaan saya, tapi itu benar," jelas Kim, sebagaimana dilansir Dailymail, Selasa (28/6/2011).

Namun Kim yang mulai berfoto tanpa busana sejak tahun 2004 ini kini mengaku sudah terbiasa menjalani aktifitasnya, walaupun pada awalnya dia sangat gugup tampil bugil di depan kamera.

Dalam proses mendapatkan hasil bidikan foto yang baik, dia rela menemukan mayat, berada bersama pria-pria tunawisma di jalanan dan kedinginan, atau dia pun pernah harus lari dari kejaran petugas keamanan kereta bawah tanah, atau menghindari helikopter sambil berdiri telanjang di Jembatan Manhattan, New York.

Walau menyadari pekerjaannya ini banyak menuai kecaman serius dan berbagai kritikan, namun Kim tetap mendapat dukungan dari pihak-pihak pecinta seni.

"Masyarakat menilai pekerjaan saya dari berbagai sudut pandang dan saya menyukai keterbukaan dan saya fleksibel menanggapi hal-hal tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar