Subscribe:

Labels

26 Jun 2011

KRL Jabodetabek Sesuai Kebutuhan KRL Mania Minta Jadwal

Insiden pengrusakan KRL Jabodetabek oleh penumpang di Stasiun Kota, Jakarta Pusat, pada saat uji coba KRL Commuter Line, Sabtu, pekan lalu, dapat menjadi pelajaran bagi PT KAI. KRL harus disediakan sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

"Jadi kami komunitas pemumpang Jabodetabek, penupang reguler, keberatan dengan tarif yang menurut kita kurang adil dan jadwal yang kurang sesuai kebutuhan," kata kata Humas KRL Mania Agam Faturrachman
Agam menjelaskan, tahun 2010, total penumpang KRL ada 123 juta dengan perincian 56 persen penumpang KRL kelas Ekonomi, 28 persen Ekonomi AC, dan sekitar 16 persennya KRL Ekspres. KRL Ekonomi menguasai 35 persen dari total perjalanan, sisanya Ekonomi AC dan Ekspres.

Dengan adanya pola perjalanan KRL yang, lanjutnya, perjalanan KRL dipangkas 12 persen. KRL ekonomi, yang mempunyai pelanggan terbesar, hanya mendapat jatah 23 persen perjalanan. Karena jumlah perjalanan berkurang, maka penumpang yang membayar dengan tarif Rp 2.000 pun menumpuk di Stasiun Kota pada Sabtu lalu.

Sebenarnya ada 4 KRL yang singgah di stasiun, namun KRL tersebut adalah Commuter Line yang diujicobakan pada hari itu. Alhasil, penumpang kelas ekonomi yang sudah berjam-jam menunggu pun hilang kesabaran. Sebanyak 4 gerbong Commuter Line rusak diserang massa.

"Itu yang mengakibatkan uji coba Sabtu pekan lalu gagal. Kalau ingat itu karena sudah seperti yang kita duga, adalah karena perjalanan KRL berkurang," katanya.

Menariknya lagi, lanjut Agam, KRL ekonomi yang dipotong perjalanannya tersebut mendapat banyak limpahan dari penumpang KRL Ekonomi AC. Sebab, mereka tidak mampu membayar KRL Commuter Line yang baru dengan tarif Rp 9.000.

Dalam dialog dengan PT KAI, KCJ, dan Komisi V, Agam mengatakan, KAI akan mempertimbangan permintaan pihaknya. Akan tetapi, mereka tidak bisa menjanjikannya dalam waktu dekat.

"Nah, tentunya perlu dilihat lagi KAI dan KCJ, supaya pergerakan penumpang bisa terakomodasi dengan baik. Jadi sesuai jam-jam penuhnya," usul Agam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar