Subscribe:

Labels

10 Jul 2011

Harga Tembakau Tembus Sampai Rp 50.000/Kilogram

Harga tembakau rajangan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, pada musin panen kali ini tembus Rp 50.000 perkilogram.

Sejumlah petani tembakau di wilayah Kecamatan Proppo, Pamekasan, Minggu mengaku, harga tembakau yang mencapai Rp 50.000 perkilogram itu dengan kualitas bagus atau jenis tembakau rangan yang masuk kategori kualitas super.

"Tapi harga tembakau rajangan yang tembus Rp 50.000 perkilogram ini sedikit. Umumnya hanya dalam kisaran antara Rp 40.000 hingga Rp 45.000 perkilogram," kata salah seorang petani tembakau di wilayah itu, Samsudin.

Menurut dia, harga jual tembakau rajangan kali ini tergolong lebih tinggi dibanding harga tembakau yang berlaku pada musim panen tahun lalu. Sebab ketika itu, harga jual tembakau di tingkat petani hanya dalam kisaran antara Rp 20.000 hingga Rp 30.000 perkilogram.

"Mungkin karena cuaca sekarang ini lebih baik, meskipun beberapa waktu lalu sempat turun hujan," ucap Samsudin.

Menurut Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pamekasan Fathorrachman, harga jual tembakau rajangan yang berkali di kalangan sebagian petani tembakau kali ini dan tembus Rp 50.000 perkilogram itu, sebenarnya merupakan harga di luar pabrikan.

"Artinya, itu hanya harga yang ditetapkan oleh pihak pengepul," terang Fathorrachman.

Sebab, menurut dia, sampai saat ini pihak pabrikan tembakau di Pamekasan belum melakukan pembelian. Oleh sebab itu, kata Fathorrachman, harga jual tembakau rajangan yang mencapai Rp 50.000 perkilogram tersebut, belum bisa dijadikan patokan harga tembakau yang berlaku pada musim panen tembakau kali ini.

"Kalau pihak pabrikan nanti sudah melakukan pembelian, itu baru bisa dijadikan patokan harga pembelian tembakau," paparnya, menjelaskan.

Tembakau milik petani yang mulai panen kali ini merupakan tembakau yang ditanam di lahan gunung dan tegal, karena waktu tanamnya lebih awal dari tanaman tembakau di lahan sawah.

Menurut Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pamekasan Ajib Abdullah, petani tembakau yang mulai memanen tembakaunya kali ini jumlahnya sangat sedikit dan umumnya hanya di daerah yang memang tergolong rawan kekeringan.

Di Pamekasan, menurut dia, daerah yang rawan kekeringan dan kekurangan air bersih pada musim tanam kali ini antara lain wilayah Kecamatan Proppo, Tlanakan dan sebagian di wilayah Kecamatan Larangan serta Kecamatan Kadur.

"Yang mulai memasuki musim panen kali ini hanya di sebagian wilayah Kecamatan Proppo dan Kecamatan Tlanakan. Di sana tergolong rawan kekeringan dan petani memang menanam tembakau lebih awal. Menjelang akhir musim penghujan mereka biasanya sudah tanam. Jadi panennya juga lebih awal

Tidak ada komentar:

Posting Komentar