Subscribe:

Labels

14 Jul 2011

Seorang Operator Alat Berat, Tewas Ditembak

Seorang operator alat berat, Chaidir, yang bekerja di konsesi hutan tanaman industri (HTI) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) tewas ditembak di daerah Sei Kuat, Pulau Padang, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.
"Sampai sekarang polisi masih menyelidiki kasus ini dan pelaku belum bisa diketahui," kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bengkalis, Ajun Komisaris Besar Achmad Kartiko, ketika dihubungi dari Pekanbaru, Kamis.
Insiden tewasnya pekerja berusia 32 tahun itu terjadi pada Rabu (13/7/2011). Chaidir adalah pegawai PT Sarindo, kontraktor dari RAPP yang baru memulai proses pembukaan lahan, untuk kebun akasia di Pulau Padang.
Pelaku juga membakar satu unit ekskavator yang berada di lokasi. Korban ditemukan dalam kondisi terikat dan mengenaskan, karena dibakar bersama ekskavator yang digunakannya bekerja.
Saat kejadian, lanjut kapolres, korban sedang berada di areal D-14, Sei Kuat, Desa Lukit, Kecamatan Merbau, untuk membangun infrastruktur pelabuhan.
"Kami telah melakukan olah TKP, dan masih melakukan penyelidikan juga memintai keterangan dari saksi yang sebelumnya masih stress akibat insiden itu," ujar Achmad Kartiko.
Jenazah korban dikabarkan telah tiba di RS Bhayangkara, Pekanbaru, Rabu  pukul 21.00 WIB dan telah diotopsi. Setelah itu, jasad korban akan dipulangkan ke keluarganya di Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.
Media Relations RAPP, Salomo Sitohang, dalam rilis pers mengatakan, perusahaan sangat prihatin atas meninggalnya salah seorang karyawan kontraktor RAPP itu.
Menurut dia, perusahaan mendukung sepenuhnya pihak yang berwenang untuk menyelidiki kejadian itu, guna memastikan keadaan dan untuk mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
"RAPP tidak pernah mentolerir penggunaan kekerasan oleh pihak manapun, dan tetap berkomitmen untuk mendorong keterlibatan secara konstruktif. Selain itu, mengedepankan dialog dengan masyarakat lokal di manapun kami beroperasi secara transparan dan adil, dalam koridor hukum yang berlaku," kata Salomo.
Insiden terhadap operasional RAPP kerap terjadi di Pulau Padang, diduga akibat penolakan sekelompok warga yang tak setuju dilakukannya pembukaan kebun akasia di daerah itu.
Menurut dia, telah terjadi tiga insiden dalam dua bulan terakhir yang telah mengakibatkan kerusakan peralatan milik kontraktor RAPP di Pulau Padang. Sebelumnya, pembakaran dua alat berat juga dibakar oleh warga di area konsesi perusahaan bubur kertas itu di Sungai Hiu, Pulau Padang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar